Mengendalikan Marah

Zainal Abidin , cicit Rasulullah, kedatangan seorang tamu dari Turki. Ketika pembantunya akan menyediakan air minum, air itu tumpah membasahi kaki tamunya. Zainal Abidin menjadi malu sekali. Ia kemudian masuk dengan muka merah dan menahan marah. “Hai Gulam!” Ia memanggil pembantunya.

Melihat gelagat yang kurang baik, pembantunya teringat firman Allah SWT, kemudian ia berkata kepada tuannya,” wahai tuan ,Allah berfirman “, dan orang-orang yang pandai menahan amarahnya.

“Saya tidak marah”, kata Zainal Abidin.

Kemudian pembantu itu melanjutkan firman Allah tersebut, “Dan orang yang memaafkan manusia.”

“Kalau begitu, saya maafkan engkau,” jawab Zainal Abidin.

Sang majikan yang shaleh itu mampu mengendalikan amarahnya. Budak yang pintar itu tidak berhenti sampai disitu. Ia berkata lagi, “Dan Allah mencintai  orang yang berbuat baik.”

Perasaan zainal abidin terasa bergejolak, bukan karena marah, tetapi lantaran haru dan bangga. Akhirnya ia berkata , “kalau begitu , saya merdekakan kamu.”

sumber : kisah-kisah hikmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s